Aku Cinta Kau dan Dia by Ahmad Band

 

Hancur hatiku, mengenang dikau
Menjadi keping keping setelah kau pergi
Tinggalkan kasih sayang
Yang pernah singgah antara kita
Masihkah ada sayang itu....

Memang salahku
Yang tak pernah bisa
Meninggalkan dirinya
'Tuk bersama kamu
Walau 'tuk trus bersama
Kan ada hati yang kan terluka
Dan kutahu kau tak mau

Reff :
Skali lagi maafkanlah
Karna aku cinta kau dan dia
Maafkanlah ku tak bisa tinggalkan dirinya

Mungkin tak mungkin
'Tuk terus bersama jalani semua cinta
Yang tlah dijalani
Tapi bila itu yang kau pikir yang terbaik untukmu
Bahagiaku untuk dirimu

Simpan sisa - sisa cerita cinta berdua
Walau tak terjadi cerita cinta berdua

Simpan sisa - sisa cerita cinta berdua
Walau tak tercipta cerita cinta berdua

 

Bidadari di Kesunyian

Sgala damai datang saat dia menjelang
Kurasakan lagi sejuk di peluknya
Halus tutur kata yang slalu tercipta
Mengundang naluri untuk sandarkan letihku

Sgala hampa datang saat dia menghilang
Tak pernah berharap datangnya lagi bidadari
Dia datang cepat di saat yang tak tepat
Kuharap ada yang mengerti mengapa begini

Reff :
Dia bidadari di kesunyian
Di gelapnya malam, isi sepi
Meski peran itu mungkin ungkapkan
Kesunyian hati kita berdua saat ini

Dia masih saja tampakkan senyumnya
Meski bumi yang dia pijak lelahkan langkahnya
Belum cukup rasa yang kini tercipta
Baru saja dia disini wanginya masih tertinggal

 

Dimensi

 

Getir.... yang menghujani
Sgala angan yang menyesaki
Sebuah janji...

Jilati.... sisi hati
Iringi halusinasi, pesona lagi
Datang Kembali

Reff :
Kucoba 'tuk menembus dimensi
Menembus ruang dan waktu
Mencoba meraihmu
Melepas jubah yang gerahkanku
Sejenak.... lepaskan gaun itu

Reguk.... uraian waktu
Tak ada yang sanggup menuntunmu menuju aku
Hanyut.... satu persatu
Terbunuh harumnya dirimu halus kalbumu
Disenyumanmu

Jilati.... sisi hati
Kekaguman tak sirna
Dimana - mana... merasuk jiwa

 

Distorsi

Maunya selalu memberantas kemiskinan
Tapi ada yang selalu kuras uang rakyat
Ada yang sok aksi buka mulut protas protes
Tapi sayang mulutnya selalu beraroma alkohol

Reff :
Yang muda mabuk, yang tua korup 2x
Korup terus, mabuk terus
Jayalah negeri ini, jayalah negeri ini
(Merdeka...!!)

Maunya selalu menegakkan keadilan
Tapi masih saja ada sisa hukum rimba
Ada yang coba - coba sadarkan penguasa
Tapi sayang yang coba sadarkan
Sadar aja nggak pernah

Setiap hari mabuk....
Ngoceh soal politik
Setiap hari korup
Ngoceh soal krisis ekonomi

Perut kekenyangan bahas soal kelaparan
Kapitalis sejati malah ngomongin soal keadilan sosial

Selalu monopoli!
Ngoceh soal pemerataan
Setiap hari tucau
Ngoceh soal kebobrokan

 

Sudah

Dinda, semua berakhir sudah
Segala rasa yang tlah tertuang
Semua jadi kenangan
Manis mungkin hanyut berdua
Di dalam kekosongan mata hati ini

Tak satupun yang kusesali
Malahan semua hiasi hidup
Mungkin setitik perih yang ada
Mendewasakan aku dan kamu

Dinda, jangan sesali ini
Kamu masih, cantik seperti dulu
Saat pertama kali, kita jumpa

Dinda, semua berakhir sudah
Mestinya semua terangkum dan

Tak satupun yang kusesali
Malahan semua, warnai hidup
Mungkin duri yang pernah tertancap
Mendewasakan aku dan kamu

Agar terus dapat melawan badai
Untuk terus dapat melawan badai

 

Kuldesak

I look around...
I fly to find...
Space to lay
My head upon...

Aku bagai buih di laut biru
Tersapuh ombak terhempas badai
Aku bagai debu di padang pasir
Terseret angin terbakar panas

Tolonglah Tuhan... Beri petunjukMu
Jalan yang benar... Menuju jalanMu
Agar tak tersesat
Di persimpang jalan

Aku bagai bintang di gelap malam
Diantara seribu bintang
Terdampar dipuing jagat raya
Terkapar lemas tak berdaya

Menangis... tertawa...
Semua tak bisa dihindari

 

Kembali ke Timur

 

Datanglah sebagai dirimu bawa jiwa
Sanubari yang tak terasa butakan hati
Iblis berbentuk manusia butakan hati
Mengajak kita untuk berdansa lewat nada
Sejatinya jiwa tak mati dimakan zaman

Kembali ke Timur
Bukan Barat yang selalu dituju
Pemadat dijadikan panutan
Bukan Al Gazali

Idiologi setan disebarkan
Menghimpun massa yang lapar

Datanglah sebagai dirimu bawa nilai
Rasa nurani yang hilang tuntaskan hati
Datanglah sebagai dirimu
Timur yang selalu dituju