|
| INFID Publication Page | |
| Edi Cahyono's Page | |
| Kemungkinan Kerjasama dengan Bank Dunia: Kriteria dan Contoh Gagasan | |||||||||||
| Peter Bosshard, Carlos Heredia, David Hunter, Frances Seymour Judul asli: Lending Credibility: New Mandates and Partnerships for the World Bank. Copyrights: World Wildlife Fund (WWF), The Berne Declaration, Equipo Pueblo, Center For International Environtment Law (CIEL). 1996 Edisi Indonesia diterbitkan oleh INFID Edisi I: Juni 1999
| I. Pendahuluan Sebagaimana diperlihatkan oleh makalah-makalah sebelumnya, Bank Dunia masih berada pada titik awal transisi dari institusi yang memfokuskan diri pada sasaran pertumbuhan ekonomi dan efisiensi kepada sasaran yang mendukung pengurangan kemiskinan, pemeliharaan lingkungan, dan pembangunan masyarakat sipil yang kuat. Bank Dunia telah membuat sedikit kemajuan dengan memasukkan sasaran-sasaran tersebut ke dalam operasinya dalam sifat bisnis as usual, namun perubahan fundamental dibutuhkan jika Bank Dunia ingin memberikan kontribusi yang signifikan untuk menjawab tantangan kunci akhir abad ke-21. Kecenderungan Bank Dunia pada model pembangunan yang lebih didorong oleh sektor swasta lagi-lagi memperlihatkan kelemahannya atas soal-soal pemberdayaan masyarakat miskin, perlindungan lingkungan, dan transparansi serta partisipasi dalam kegiatannya. Pada saat yang sama, masih adanya ketidaksepakatan di dalam dan di luar Bank Dunia tentang peran ideal Bank Dunia dalam memajukan sasaran-sasaran "baru" ini. Sekalipun ada sedikit ketidaksetujuan tentang mandat Bank Dunia dalam pengurangan kemiskinan, namun masih banyak pihak dalam Bank Dunia yang menolak gagasan bahwa Bank Dunia harus menangani sasaran-sasaran seperti keadilan sosial, masalah lingkungan yang bersifat global, dan soal pemerintahan yang bersih, dan hak asasi manusia. Demikian juga ada ketidaksepakatan tentang perangkat yang cocok untuk dipakai dalam memajukan agenda-agenda tersebut, termasuk kerangka analisis, komposisi staff, struktur insentif, dan pelatihan staf Bank Dunia. Organisasi-organisasi di luar Bank Dunia, seperti yayasan swasta, kelompok pemikir nirlaba, dan kelompok advokasi merupakan kelompok yang tepat untuk membantu pengenbangan kesepakatan tentang peran yang sesuai bagi Bank Dunia di abad ke-21, juga untuk memanfaatkan keterbukaan Presiden James Wolfensohn untuk mencari bantuan mewujudkan reformasi Bank Dunia. Organisasi-organisasi di luar itu dapat mengambil kesempatan untuk mengkomunikasikan pemikiran dan kritik-kritiknya, dan untuk mengangkat pertanyaan-pertanyaan yang sulit dalam sebuah semangat penyelidikan bersama. Sementara itu, usaha bersama semacam ini juga mengandung resiko, maka inisiatif kerja sama yang terbatas sifatnya bisa mempercepat proses perubahan internal, mendorong pengembangan kesepakatan tentang peran yang tepat bagi Bank Dunia, dan memfasilitasi pertukaran konstruktif antara Bank Dunia dan elemen-elemen masyarakat sipil di negara peminjam dan negara pemegang saham. Juga penting untuk dicatat bahwa Bank Dunia telah memperoleh manfaat yang signifikan dari dukungan yang independen dari lembaga swadaya masyarakat (LSM) atas kerja riset, analisis, jaringan kerja, dan advokasi yang berkaitan dengan usaha mereformasi Bank Dunia. Meskipun sering kritik dari lembaga swadaya masyarakat kepada Bank Dunia tersebut bersifat penggugatan dan konfrontasional, tidak dipungkiri bahwa kritik-kritik tersebut lah yang membuka perhatian para pemerintah pemegang saham dan Bank Dunia terhadap masalah-masalah serius pada kerja-kerja Bank Dunia. Sekalipun perubahan-perubahan penting pada kebijakan dan praktik telah dibuat sebagai tanggapan terhadap advokasi dari luar, kritik-kritik independen akan selalu dibutuhkan. Sebagaimana dinyatakan dalam ulasan majalah The Economist tentang buku Bruce Rich, Mortaging The Earth: The World Bank, Environmental Impoverishment, and The Crisis of Development: "Bank Dunia memerlukan Tuan Rich dan orang-orang seperti itu untuk membangunkan Bank Dunia atas terhadap akibat-akibat yang tidak diinginkan dari aktivitasnya, dan untuk mempertanyakan assumsinya tentang pembangunan". Di samping menggali peluang kerja sama langsung dengan Bank Dunia, organisasi-organisasi independen harus tetap memainkan peran sebagai ‘pengawas ’ dan peran penggugat.
II. Kriteria untuk Kerja Sama Kriteria yang direkomendasikan untuk organisasi-organisasi di luar Bank Dunia di dalam menyeleksi inisiatif kerja sama yang tepat dengan Bank Dunia didasarkan pada asumsi sebagai berikut. Pertama, diasumsikan bahwa kepentingan Bank Dunia untuk masuk dalam kerja sama secara prinsip tidak didorong oleh suatu keinginan mendapat dana tambahan. Namun, kepada organisasi-organisasi independen tersebut Bank Dunia mencari legitimasi, kredibilitas, keahlian, dan keterlibatan di tingkat mikro yang dapat mereka lakukan untuk aktivitas kerja sama, dan hanya tertarik dengan dana eksternal di saat pembiayaan mandiri yang dibutuhkan. Kedua, diasumsikan bahwa kepentingan organisasi-organisasi luar untuk masuk dalam kerja sama dengan Bank Dunia adalah digerakkan oleh maksud-maksud untuk memajukan sasaran dan tujuan mereka sendiri, yang dianggapnya paling baik dicapai melalui kerja sama dengan Bank Dunia dibandingkan melalui aksi-aksi mandiri (lihat Boks 28, "Sasaran-Sasaran Kerja Sama"). Diskusi tentang aktivitas kerja sama yang mungkin adalah pada kegiatan-kegiatan yang:
Ketika dana eksternal dibutuhkan, prioritas utama mesti diberikan kepada aktivitas-aktivitas yang kedua pertama; baru prioritas kedua diberikan kepada aktivitas di atas yang sesuai dengan salah satu dari kriteria tersebut. Gambar 2 memaparkan acuan sederhana dari dua persyaratan tersebut, dengan ilustrasi aktivitas di dalam setiap sel dari keempat sel. Elaborasi dari ketiga kriteria dan contoh konkretnya diberikan di bawah ini. Gambar 2
KERJASAMA YANG TIDAK MEMBUTUHKAN DANA TAMBAHAN Prinsip pertama untuk bekerja sama dengan Bank Dunia adalah kegiatan kerja sama yang berharga yang tidak membutuhkan komitmen dana eksternal sama sekali. Di era Mc. Namara, misalnya, Bank Dunia menoleh kepada yayasan-yayasan perorangan untuk nasihat-nasihat intelektual, dan hal tersebut dianggap masih berlaku bahwa James Wolfensohn tetap ingin menjalin hubungan semacam itu dengan organisasi lain. Sebelum James Wolfensohn tiba, Bank Dunia adalah wilayah tertutup, terpisah dari arus intelektual umum dan kritik. Kapasitas intelektual yang dimiliki para staf organisasi lain, dan sering dikombinasikan dengan pengetahuan dan akses pada jaringan akademisi dan kelompok advokasi, sebenarnya merupakan sumber daya yang sangat berharga bagi Bank Dunia. Sejumlah inisiatif James Wolfensohn dewasa ini di dalam Bank Dunia berasal dari pengetahuan dan keahlian organisasi luar. Misalnya, James Wolfensohn mengumumkan perluasan pelatihan kapasitas staf internal Bank Dunia ("Pusat Belajar"), pertukaran staf dengan lembaga lain, dan program pelatihan dari EDI (Institut Pembangunan Ekonomi) untuk program pelatihan profesional negara-negara peminjam. Organisasi luar merupakan kelompok yang tepat untuk membantu Bank Dunia dalam mengidentifikasi individu-individu dan lembaga eksternal guna memperluas dan memperkaya program-program pelatihan tersebut. Contoh lain berhubungan dengan implementasi kebijakan baru dari Bank Dunia tentang lembaga swadaya masyarakat, partisipasi, dan keterbukaan informasi di negara-negara peminjam. Organisasi non-pemerintah internasional dapat menyediakan informasi tentang kebijakan tersebut untuk staf lapangan dan jaringan kerja mereka di negara-negara peminjam, dan mendorong mereka untuk melibatkan perwakilan Bank Dunia di negara itu untuk menerapkan kebijakan-kebijakan baru ini, sehingga hal ini dapat mempercepat proses perubahan. BANTUAN UNTUK KEGIATAN YANG BANK DUNIA TIDAK DAPAT, TIDAK BOLEH, ATAU TIDAK AKAN MEMBIAYAI Prinsip kedua untuk berperan serta dalam kerja sama dengan Bank Dunia adalah bahwa dana-dana perorangan seharusnya tidak membiayai kegiatan yang Bank Dunia bisa dan semestinya membiayainya sendiri. Walaupun saat ini ada krisis berkaitan dengan penambahan dana IDA, Bank Dunia tetap menjadi institusi yang kaya sumber daya. Contohnya, kemampuan Bank Dunia untuk menggalang dana secara diam-diam untuk memenuhi prioritasnya adalah komitmennya saat ini untuk CGIAR dan CGAP. Inisiatif kerja sama seharusnya tidak mendatangkan lagi dana perorangan untuk menutupi ongkos yang seharusnya sudah termasuk dalam dana kerja-kerja Bank Dunia secara reguler, sebagaimana yang terjadi dalam kasus dana GEF. Misalnya, dana untuk analisa dampak lingkungan dan konsultasi publik yang terkait operasi Bank Dunia sudah dimandatkan oleh kebijakan Bank Dunia, dan seharusnya tidak disubsidi dengan dana luar. Dalam waktu yang sama, dana eksternal dibutuhkan untuk:
Contoh-contoh di atas digambarkan sebagai berikut. Tidak dapat. Sebagaimana digambarkan dalam makalah tentang masyarakat sipil, Anggaran Dasar Bank Dunia (dan atau interpretasi sempit oleh manajemen dan Dewan Direktur Bank Dunia) melarang Bank Dunia terlibat dalam aktivitas yang diartikan "politis." Kontroversi di tingkat Dewan Direktur baru-baru ini mengenai laporan Bank Dunia tentang "Beureaucrat in Business" (yang dianggap oleh beberapa kalangan sebagai sangat "politis") dan tanggapan resmi dari penasehat hukum Bank Dunia memperkuat pendekatan konservatif terhadap masalah-masalah hak asasi manusia dan perlakuan isu politis dalam penelitian yang disponsori Bank Dunia. Dukungan dana independen untuk penelitian dan advokasi yang berkaitan dengan masalah-masalah yang dianggap di luar mandat Bank Dunia -dan menyediakan ruang untuk mempertanyakan batasan mandat tersebut-dapat mengisi jurang yang ada. Tidak boleh. Banyak kegiatan yang dapat dibiayai oleh Bank Dunia berdasarkan mandatnya, tetapi seharusnya tidak membiayai-atau setidaknya tidak membiayai sendiri-karena itu merupakan jenis aktivitas mereka sendiri. Misalnya, partisipasi staf LSM dan akademisi dalam menganalisis, merumuskan, dan mengevaluasi kebijakan dan strategi Bank Dunia adalah sangat penting, dan Bank Dunia telah menyediakan dana seperti untuk partisipasi semacam itu, dengan sifat sementara di beberapa kasus. Dengan maksud untuk menjaga fakta dan penampilan independensi terhadap Bank Dunia, sejumlah organisasi dan individu-individu tidak mau menerima dana Bank Dunia sebagai imbalan atas partisipasinya. Dana perorangan untuk mendukung partisipasi akan memampukan pelaku nonpemerintah untuk bekerja sama dengan Bank Dunia tanpa harus mengorbankan integritas atau kemandirian mereka. Tidak akan mau. Akhirnya, terdapat kegiatan yang seharusnya dibiayai Bank Dunia sendiri, tetapi Bank Dunia tidak mau. Prinsip bahwa penyandang dana swasta seharusnya tidak membiayai aktivitas yang dapat dan harus dibiayai Bank Dunia sendiri telah disebutkan di atas. Bagaimanapun, dalam situasi khusus, mungkin terdapat kesempatan bagi organisasi luar untuk membiayai kegiatan dalam jangka pendek untuk menunjukkan kelayakan atau kekuatan mereka terhadap Bank Dunia. Sebagai contoh, dana bilateral telah digunakan untuk memperoleh keahlian teknis dalam penghematan energi dan analisa sosial dalam jangka pendek dengan harapan bahwa Bank Dunia akan memasukkan ke dalam tubuhnya keahlian tersebut dalam jangka panjang. DUKUNGAN UNTUK KEGIATAN YANG MEMBUTUHKAN KERJA SAMA UNTUK MENCAPAI TUJUAN Prinsip ketiga untuk bekerja sama dengan Bank Dunia adalah bahwa langkanya dana perorangan seharusnya disimpan untuk tujuan-tujuan yang hanya akan dapat dicapai melalui kerja sama dan tindakan koordinatif. Contoh sasaran yang tidak cocok dengan kriteria ini adalah meningkatkan kesadaran masyarakat di negara-negara pemegang saham tentang tantangan pembangunan secara umum dan tentang peran institusi multilateral secara khusus. Bank Dunia dan organisasi independen mungkin menyetujui bahwa investasi di bidang pembangunan pendidikan dibutuhkan untuk lebih menumbuhkan perdebatan publik yang lebih canggih tentang bantuan pembangunan yang sedang berjalan, misalnya di Amerika Serikat. Usaha kerja sama seperti ini bukan saja tidak perlu, namun juga dilihat oleh kebanyakan orang sebagai subsidi ekternal bagi humas Bank Dunia. Beberapa jenis kerja sama yang memenuhi kriteria ini yang menuntut tindakan bersama muncul dari tema-tema yang diajukan dalam makalah-makalah ini:
Ilustrasi tadi digambarkan sebagai berikut. Pengembangan kesepakatan. Seperti yang digambarkan dalam bagian "Tinjauan Umum" dan makalah-makalah sebelumnya, terdapat berbagai derajat konsensus di dalam dan di luar Bank Dunia berkaitan dengan peran Bank Dunia dalam soal tantangan kemiskinan, lingkungan, dan masyarakat sipil, serta pembangunan sektor swasta. Dukungan eksternal untuk dalam penelitian dan analisis bersama harus ditujukan kepada masalah-masalah di mana ketidaksepakatan tentang sasaran atau perangkat, menghalangi kemitraan konstruktif antara Bank Dunia dan pemegang saham lain dalam proses pembangunan. Partisipasi Bank Dunia dalam mengembangkan ksepakatan ini dibutuhkan demi keberhasilan mereka sendiri. Partisipasi. Peningkatan partisipasi rakyat dan masyarakat sipil pada umumnya dalam pembuatan keputusan yang berkaitan dengan pembangunan menuntut kerja sama di antara Bank Dunia, negara-negara peminjam, dan lembaga-lembaga masyarakat sipil. Dukungan independen terhadap LSM untuk berpartisipasi dalam kerja analitis dan perumusan strategi-termasuk strategi bantuan negara (CAS) -akan memudahkan kaum penganjur pembangunan berkelanjutan mempengaruhi dan belajar lebih banyak tentang kerja-kerja Bank Dunia dari dalam tanpa harus mengorbankan independensi mereka sendiri. Kaitan Makro-Mikro. Menggabungkan sumber dana Bank Dunia dengan sumber keahlian dan pengalaman dari luar merupakan peluang lain untuk bekerja sama. Pengalaman yayasan-yayasan perorangan dalam pengembangan yayasan/organisasi di tingkat masyarakat baik pada tingkat nasional maupun tingkat akarumput, sebagai contoh, adalah sangar berharga untuk membantu menjembatani jurang antara kapasitas "borongan" Bank Dunia dan kebutuhan "eceran" di negara-negara peminjam. Sama dengan itu, keahlian yayasan perorangan dalam pengembangan kelembagaan dan pembuatan dana hibah akan sangat membantu dalam memastikan bahwa dana abadi dikucurkan oleh Bank Dunia dan GEF akan diinvestasikan secara benar. III. Beberapa Gambaran Ilustratif Pada waktu menyusun makalah-makalah tematik ini, muncul sejumlah gagasan awal untuk usaha kerja sama antara Bank Dunia dan organisasi luar Gagasan itu terbagi atas tiga katagori:
Kategori ketiga tersebut menawarkan potensi tertinggi untuk adanya sinergi. Peran penting dari bantuan independen adalah untuk memampukan perseorangan atau organisasi masyarakat yang mewakili kepentingan masyarakat untuk berhubungan dengan Bank Dunia dalam bentuk kerja sama tanpa menyerahkan independensi mereka kepada Bank Dunia. Dalam beberapa kasus, organisasi tersebut sudah mengerjakan analisis mereka sendiri, dan terlibat dengan Bank Dunia, dengan tingkat kesuksesan berbeda-beda. Dukungan independen dapat membantu memfasilitasi keterbukaan di pihak pihak Bank Dunia, keterbukaan untuk memperoleh informasi dan komunikasi. Contoh yang disediakan berikut dalam konteks salah satu atau lebih dari sasaran pembangunan berkelanjutan sesuai dengan tema makalah ini. PENGURANGAN KEMISKINAN DAN KEADILAN SOSIAL Sebagaimana telah diterangkan oleh Carlos Heredia, dayaguna Bank Dunia sebagai instrumen pengentasan kemiskinan menimbulkan kesangsian yang berlarut-larut. Di tingkat internasional, bantuan keuangan perorangan bisa ditujukan untuk analisis independen dan membangun kesepakatan berkaitan dengan:
Pada tingkat nasional, lembaga-lembaga eksternal dapat membantu partisipasi LSM dalam merumuskan bermacam-macam analisis dan strategi Bank Dunia, termasuk:
Partisipasi LSM pada proses ini dapat menghasilkan keuntungan ganda yaitu memastikan perhatian terhadap masalah kemiskinan, keadilan sosial, dan masalah gender, serta menguatkan kemampuan dan pemahaman LSM terhadap Bank Dunia. KEBERLANJUTAN LINGKUNGAN Sebagaimana digambarkan dalam makalah yang ditulis oleh Frances Seymour, terdapat jurang yang kian lebar antara analisis mutakhir dari Unit Lingkungan Pusat Bank Dunia dan pengabaian keberlanjutan lingkungan dalam semua operasi Bank Dunia. Sasaran kerja sama dengan Bank Dunia di area ini harus membangun konsensus atas paradigma baru untuk sebuah "pendekatan berkelanjutan" atas pembangunan, dan untuk mempercepat penerapannya dalam menjawab tantangan nyata pembangunan dunia. Pada tingkat internasional, bantuan eksternal yang dapat ditujukan kepada analisis independen dan pengembangan konsensus berkaitan dengan:
Pada tingkat nasional di negara-negara peminjam, bantuan untuk input eksternal kepada PPAs, PERs, dan CASs-selain untuk Rencana Aksi Nasional Lingkungan-dapat membantu untuk menjamin bahwa "pendekatan berkelanjutan" akan dipakai. Organisasi independen dapat memainkan peranannya baik kepada pemegang saham maupun negara-negarapeminjam dalam mengembangkan konsensus politik seputar konsep lingkungan berkelanjutan dan peran yang cocok bagi Bank Dunia untuk mencapainya. Seandainya saja besok Bank Dunia menyatakan bahwa ia telah percaya terhadap paradigma baru yang dipaparkan dalam makalah tentang lingkungan, Bank Dunia tidak akan sanggup mewujudkan janji itu tanpa adanya dukungan politik yang kuat dan kemitraan dengan pemerintah serta dengan para pelaku non-pemerintahan. Pengembangan-kesepakatan yang didorong dari luar sangat penting, khususnya berkenaan dengan lingkungan, karena kredibilitas Bank Dunia sangat rendah dan akan terus demikian sampai jangka waktu dekat. PEMERINTAHAN YANG BERSIH, MASYARAKAT SIPIL, DAN HAK ASASI MANUSIA Sebagaimana telah digambarkan di atas oleh David Hunter, baru-baru ini saja Bank Dunia mulai mengakui adanya batas yang tipis antara faktor ekonomi dan non-ekonomi dalam proses pembangunan. Dukungan swasta terhadap lembaga-lembaga masyarakat sipil memberdayakan mereka untuk memanfaatkan kesempatan dari terbukanya ruang-ruang politik yang dihasilkan oleh komitmen baru Bank Dunia tentang "partisipasi"-tanpa menghilangkan karakter kemandirian mereka-barangkali adalah satu-satunya peluang terpenting untuk bekerja sama. Secara khusus, hal ini termasuk bantuan untuk:
Pada tingkat internasional, kesempatan tambahan untuk bekerja sama dapat termasuk bantuan untuk analisa dan pengembangan-kesepakatan yang dihubungkan pada:
Hal-hal di atas dapat ditularkan model kerja sama di tingkat nasional. MASALAH-MASALAH LAIN YANG PENTING DAN TERKAIT Di luar masalah-masalah yang dipaparkan dalam seluruh tema "pembangunan berkelanjutan" adalah soal-soal yang berkaitan dengan posisi Bank Dunia di tengah-tengah infrastruktur lembaga-lembaga dan instrumen multilateral. Sebagai contoh, kewajiban Bank Dunia terhadap badan-badan PBB, komitmen KTT dan instrumen PBB-khususnya konvensi lingkungan hidup dan standar hak asasi manusia-sangat mengundang perdebatan. Dukungan independen untuk pengembangan-kesepakatan mengenai mandat Bank Dunia terhadap soal-soal semacam itu akan menjadi pelengkap strategis untuk intervensi pada tingkat operasional. IV. Kesimpulan Analisis di muka menyatakan bahwa banyak peluang prospektif bagi organisasi di luar untuk bekerja sama dengan Bank Dunia demi mencapai tujuan bersama. Sejumlah peluang-seperti berbagi pengetahuan akademis dan jaringan advokasi di seluruh dunia-tidak membutuhkan komitmen dana dari lembaga perorangan. Usaha-usaha untuk kerja sama yang melibatkan dana eksternal harus difokuskan pada kegiatan yang Bank Dunia tidak dapat, tidak boleh, atau tidak mau membiayainya, dan kegiatan yang memerlukan kerja sama demi mencapai tujuannya. Apa pun inisiatif bekerja sama yang digali, hal ini tidak boleh meninggalkan atau mengorbankan pembiayaan untuk analisis dan kritik independen atas Bank Dunia, yang dalam arti penting menggerakan reformasi yang sedang dilakukan. *************selesai************* catatan akhir: Makalah ini ditulis oleh Frances Seymour dengan bersandar pada sumbangan oleh Peter Bosshard, Carlos Heredia, dan David Hunter. Terima kasih khusus kepada Seamus O’Cleireacain dari Ford Foundation, Nacy Alexander dari Bread for The World, dan John Lewis dan Devesh Kapus dari Proyek Sejarah Bank Dunia yang telah memberikan infomasi dan pandangan yang berharga. 1) Makalah ini ditulis oleh Frances Seymour dengan bantuan dari Peter Bosshard, Carlos Heredia, dan David Hunter. Terima kasih khusus kepada Seamus O’Cleireacion dari Ford Doundation, Nancy Alexander dari Bread for the World Institute, dan John Lewis serta Devesh Kapur dari Proyek Sejarah Bank Dunia atas peneyediaan informasi dan wacana yang sangat berguna.
| ||||||||||
| | Top | Analisis Sejarah Indonesia Page | Anti-Imperialisme Page | Inside Factory | Snapshots | Essays | Selected-Works Page | Library | Art of Liberation | Histomat Page | Child in Time | 1965 Coup in Indonesia | Tempo-Doeloe Page | | |||||||||||