Soeharto Berultah dalam Sepi

Apa yang dilakukan mantan Presiden Soeharto pada ulang tahun ke-77 kemarin? Tidak banyak yang tahu kecuali anggota keluarga atau orang-orang dekatnya. Atau, bisa jadi, si kakaktua yang setiap pagi rajin menyapa, ’’Selamat Pagi, Bapak Presiden,’’ meski yang bersangkutan sudah tak lagi menjadi presiden sejak tiga pekan lalu.

Di negara yang membentang dengan sekitar 17.500 pulau tropis yang dihuni sekitar 202 juta jiwa ini, keberadaan Soeharto sejak mundur seolah menjadi misteri. Sebagian besar rakyat tidak tahu pasti bagaimana dan apa yang kini dilakukan mantan presiden yang memerintah sampai 32 tahun itu.

Menurut orang-orang dekatnya, kemarin Soeharto merayakan ulang tahun dengan keluarganya di rumah, Jalan Cendana. Inilah untuk kali pertama dalam tiga dasawarsa terakhir jenderal dari Desa Kemusuk itu harus berulang tahun dalam suasana yang lain daripada tahun-tahun sebelumnya.

Di rumah indah berarsitektur Belanda ini, dari luar, tampaknya, tak ada yang berubah. Siapa yang lewat mungkin bisa mendengar si kakaktua mengoceh, lalu berkata ’’Selamat Pagi, Bapak Presiden.’’ Tapi, mereka tak tahu bagaimana dan apa yang dilakukan Soeharto di dalam rumah itu.

Sebuah tanda tanya besar kini hinggap di benak sebagian besar rakyat Indonesia. Bahwa ’’Bapak Pembangunan’’ dan keluarganya diingini oleh rakyat untuk diajukan ke pengadilan, itu merupakan perputaran nasib yang tak diduga sebelumnya. Dulu, jangankan meminta Soeharto diadili. Sedikit menyindir saja sudah pasti kena getah yang amat pahit.

Tetapi, arus tuntutan reformasi menyeluruh membuat Soeharto kini tak lagi berkuasa seperti dulu. Justru, dia dinilai sebagai salah satu penyebab hancurnya perekonomian negara dengan membiarkan tumbuh suburnya praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN).

Mengomentari berbagai tuduhan itu, seorang pembantu di sana mengatakan, Soeharto segera menyelenggarakan konferensi pers. Semula, sebuah harian berbahasa Inggris di Jakarta melaporkan, konferensi pers itu dilakukan hari ini. Namun, sebuah sumber membantah dengan statemen baru yang mengatakan, waktu konferensi pers belum ditentukan.

Dalam konferensi pers itu, kemungkinan besar, Soeharto akan membeberkan apa dan bagaimana bisnis serta kekayaan keluarganya. Hal inilah, memang, yang selama ini dituntut berbagai kalangan, dengan dalih uangnya bisa dimanfaatkan untuk membantu kepentingan negara agar bisa segera keluar dari krisis.

Merupakan sebuah cita-cita yang mulia bila memang itu ada. Soalnya, sejak krisis serius menimpa Indonesia, pendapatan per kapita rakyat sudah turun drastis dari USD 1.100 per tahun menjadi hanya USD 300 per tahun.

Bagaimanapun, Soeharto saat ini memang sudah bukan lagi sosok Soeharto sebagai presiden. Menurut salah seorang penjaga di sana, sejak tak lagi menjadi presiden, sangat sedikit teman lamanya yang berkunjung. ‘’Bahkan, jumlah pasukan keamanan yang menjaga rumahnya pun terus dikurangi,’’ tuturnya. (sol/dpa/ap)

Kembali ke Index