Salam Kenal  Kolonel Qathafy Buat Amien Rais

Hari-hari dengan teriakan reformasi akhir-akhir ini adalah saat-saat tersibuk bagi Amien Rais. Sejak pagi hingga pagi lagi, Amien diantre banyak orang. Mulai mahasiswa, wartawan, tokoh nasional, sampai pengurus masjid minta dia berceramah. Amien memang sedang jadi bintang reformasi.

Ada yang cukup istimewa bagi Amien Rais ketika sedang sibuk menerima tamu kemarin. Itu adalah telepon dari pemimpin Libya Kol. Muammar al Qathafy. Amien Rais mengaku sama sekali tidak menduga bahwa tokoh yang sering disebut sebagai ‘’gembong teroris’’ oleh Amerika Serikat ini akan mengontaknya. Rupanya gerakan reformasi yang dilakukannya cukup bergema di Libya. Apalagi, pemerintah Libya maupun medianya kabarnya secara cermat mengikuti perkembangan yang terjadi.

Ketika Soeharto akhirnya mengundurkan diri, Qathafy tidak bisa menahan diri lagi untuk ‘’berkenalan’’ dengan Amien Rais, pemimpin Muhammadiyah yang selama ini diketahuinya lewat koran atau media massa saja. Lewat Deplu Libya, pagi kemarin dikontaklah Amien Rais bahwa ‘’pemimpin besar Libya’’ ingin berkenalan dan berbicara dengannya.

‘’Mohon kesediannya nanti pukul lima sore waktu Jakarta agar Bapak bisa menerima telepon pemimpin kami,’’ ujar pejabat Deplu Libya sebagaimana dituturkan Amien Rais kepada Jawa Pos tadi malam (22/5/98). Pukul lima sore WIB itu sama dengan pukul satu siang di Tripoli.

Amien ditelepon langsung karena di Jakarta tidak ada Kedubes Libya. Perwakilan diplomatik Libya terdekat ialah di Malaysia. Jadi, tanpa melalui Kedubesnya, Tripoli langsung mengontak Amien. Tanpa ragu-ragu, Amien menerima ‘’salam perkenalan’’ Muammar Qathafy ini.

Tepat pukul 17.00 WIB, telepon di kamar tidur Amien Rais berdering dan dengan tenang diangkatnya. ‘’Assalamualaikum......selamat atas keberhasilan Anda memimpin gerakan reformasi damai di Indonesia. Anda benar-benar pemimpin yang bijaksana, dan saya yakin di masa depan Anda akan memimpin negeri Anda’’ ujar Qathafy dalam bahasa Inggris yang fasih.

‘’Suaranya terdengar jelas dan mantap,’’ kata Amien menerangkan pembicaraannya dengan pemimpin Libya yang berlangsung 5 sampai 10 menit itu. ‘’Lumayan lama,‘’ katanya.

Menurut Amien, Qathafy memuji kemampuannya melakukan gerakan reformasi tanpa pertumpahan darah. Sukses itu menunjukkan bahwa Amien telah menjadi pemimpin yang matang dan layak memimpin bangsa. Meski demikian, Qathafy tidak ingin mencampuri urusan politik dalam negeri Indonesia yang merupakan hak sepenuhnya bangsa Indonesia.

‘’Dia hanya berkenalan dengan saya sesuai dengan tata krama diplomasi, tidak ada yang berlebihan ‘’katanya.

Dengan adanya telepon dari Qathafy, maka bukan hanya Amerika dan negara-negara Eropa saja yang mulai mengakui kepemimpinan Amien Rais dalam gerakan reformasi ini. Tetapi, Libya yang diisolasi Barat pun memberikan pengakuannya. Jelas, ini merupakan aset politik yang sangat besar nilainya.

Sebelumnya, Amien yang tekun menjalankan ibadah puasa juga diantre oleh televisi asing, untuk siaran langsung. Tak kurang CNN, NBC, dan BBC melakukan wawancara khusus, bahkan disiarkan live. ‘’Saya bukan mengutamakan teve asing. Tapi, karena live, ya agak lama. Rupanya, mereka harus mengatur antena (pemancar). Dipas-paskan dulu, jadi agak lama,’’ tuturnya.

Siaran langsung itu dilakukan di lantai 26 Hotel Mandarin. Amien pun tampak enjoy, tanpa terlihat sedikit pun kelelahan sebagaimana pesan yang dia bentang. Padahal, pada saat jumpa pers, dia mendapatkan pertanyaan-pertanyaan kritis. Bahkan, bukan hal yang asing apabila pada acara temu pers itu diselundupi orang –bukan wartawan dengan pertanyaan-pertanyaan provokatif.

Oleh pers asing, Amien masih sering dipanggil Mr President, sementara yang lain menyebutnya sebagai pelopor reformasi. Padahal, jauh-jauh hari dia sudah menyatakan, jika tugas sudah selesai maka dia akan turun panggung. Tak lebih dan tak kurang. (Jawa Pos 23/05/98)

Kembali ke index