PUISI 12 Mei, 1998
(Mengenang Elang Mulya, Hery
Hertanto, Hendriawan Lesmana dan Hafidhin Royan)
Taufiq Ismail
Empat syuhada
berangkat pada suatu malam, gerimis air mata tertahan di hari keesokan, telinga kami
lekapkan ke tanah kuburan dan asimaklah itu sedu-sedan,
Mereka anak muda pengembara tiada sendiri, mengukir reformasi karena jemu deformasi,
dengarkan saban hari langkah sabahat-sahabatmu beribu menderu-deru,
Kartu mahasiswa telah disimpan dan tas kuliah turun dari bahu. Mestinya kalian jadi
insinyur dan ekonom abad dua puluh satu,
Tapi malaikat telah mencatat indeks prestasi kalian tertinggi di Trisakti bahkan di
seluruh negeri, karena kalian berani mengukir alfabet pertama dari kata reformasi-damai
dengan darah arteri sendiri,
Merah Putih yang setengah tiang ini, merunduk di bawah garang matahari, tak mampu
mengibarkan diri karena angin lama bersembunyi,
Tapi peluru logam telah kami patahkan dalam doa bersama, dan kalian pahlawan bersih dari
dendam, karena jalan masih jauh dan kita perlukan peta dari Tuhan.
Copyright © 1995-98 UMMAT. All rights reserved. |