|
Selama dua tahun terakhir ini, mantan Presiden Soeharto diperkirakan berupaya memindahkan kekayaannya ke luar negeri, terutama ke negara-negara Asia Tenggara dan Cina. Demikian, laporan majalah Asiaweek edisi terbaru yang beredar pekan ini.
Wartawan Jawa Pos di Hongkong Dany Suyanto melaporkan tadi malam, menurut majalah yang berkantor pusat di Hongkong itu, upaya memindahkan harta keluarga Soeharto itu dilakukan melalui berbagai cara, termasuk melakukan investasi di negara-negara tersebut.
Berdasarkan penelitian majalah tersebut, ternyata keluarga Soeharto menempati urutan kedua yang terkaya di Indonesia setelah keluarga Wonowidjojo (Gudang Garam).
Nilai kekayaan keluarga Wonowidjojo ditaksir sebesar USD 7,7 miliar atau sekitar Rp 77 triliun. Kemudian disusul oleh keluarga Soeharto sebesar USD 6,3 miliar atau sekitar Rp 63 triliun. Setelah itu, keluarga Liem Sioe Liong (Grup Salim) yang dinilai kekayaannya sebesar USD 4,5 miliar atau sekitar Rp 45 triliun.
Selain menurunkan daftar kekayaan keluarga-keluarga kaya di Indonesia, Asiaweek edisi 29 Mei juga berusaha menguak Soeharto Incorporated (perusahaan besar Soeharto) dengan merinci seluruh jaringan bisnis yang dikuasai keluarga Soeharto.
Majalah ini merinci pula masing-masing gerak langkah putra-putri Soeharto dalam bisnis dengan memanfaatkan posisi sang ayah sebagai orang paling berkuasa di Indonesia. Siti Hardiyanti Rukmana (Tutut), 49 tahun, dinilai sebagai anak paling ambisius; tidak hanya di dalam bisnis, tapi juga dalam bidang politik.
Tutut menguasai lebih dari 100 perusahaan dengan perusahaan utamanya adalah Citra Lamtoro Gung Persada. Bisnis-bisnis utamanya yang lain adalah saluran televisi, pulp, kertas, dan proyek-proyek jalan tol. Untuk proyek jalan tol ini, Tutut tidak hanya melakukannya di wilayah Indonesia, melainkan juga di Malaysia, Filipina, Myanmar, dan Cina.
Tutut juga memegang izin penjualan suku cadang pesawat dengan merek General Dynamics kepada Garuda dan Merpati. Kekayaan Tutut sendiri diperkirakan mencapai USD 2 miliar atau sekitar Rp 20 triliun.
Sementara itu, Bambang Trihatmodjo, 44 tahun, ditaksir memiliki kekayaan USD 4,5 miliar atau sekitar Rp 45 triliun. Dia mengendalikan Bimantara Citra yang memiliki bisnis utama petrokimia, mobil, perbankan, telekomunikasi, televisi, dan masih banyak lagi yang lain.
Gerakan bisnisnya di luar negeri di antaranya adalah proyek listrik dan air di Filipina dan Cina. Juga ada tambang emas di Vietnam, Myanmar, dan Kazakstan. Dia pemegang saham terbesar Osprey Maritime di Singapura dan perusahaan perkapalan dengan armada tanker-nya yang mengangkut minyak dan gas dengan jalur sampai Korsel, Taiwan, dan Timur Tengah.
Hutomo Mandala Putra (Tommy), 35 tahun, disebut sebagai anak kesayangan Soeharto. Dia memegang 60 persen saham Grup Humpuss yang mengendalikan lebih dari 70 perusahaan dengan gerak bisnis utama penerbangan, telekomunikasi, agrobisnis, jalan tol, minyak dan gas, kayu, properti, dan masih banyak lagi yang lain. Kekayaan putra bungsu Soeharto ini diperkirakan USD 600 juta atau sekitar Rp 6 triliun.
Sigit Harjojudanto, 46 tahun, dikatakan sebagai anak yang low profile. Tapi, dia dikatakan sebagai anak yang pertama menggunakan posisi sang ayah saat mendirikan perusahaan angkutan udara, PT Bayu Air.
Dia mengendalikan lebih dari 20 perusahaan yang aktif di bidang petrokimia dan perbankan. Ia membantu mendirikan Grup Humpuss yang 40 persen sahamnya dipegangnya. Kekayaannya ditaksir sebesar USD 450 juta atau sekitar Rp 4,5 triliun.
Siti Hediati Harijadi (Titiek), 38 tahun, mengendalikan perusahaan Maharani Paramita yang bergerak di banyak bisnis, antara lain, properti, telekom, keuangan, dan kehutanan. Istri Letjen Prabowo ini ditaksir memiliki kekayaan USD 200 juta atau sekitar Rp 2 triliun.
Siti Hutami Endang Adiningsih, 34 tahun, bergerak di bisnis perkebunan kelapa sawit, pergudangan, transportasi, dan proyek reklamasi tanah di Jakarta Utara. Dia direktur Mekarsari Fruit Garden di Jawa Barat. Kekayaannya ditaksir sebesar USD 100 juta atau sekitar Rp 1 triliun.
Ari Haryo Wibowo Sigit, 27 tahun, adalah cucu Soeharto yang sangat terkenal karena kegiatan monopolinya. Ia mengepalai sepuluh perusahaan yang dikenal sebagai Grup Arga. Bisnisnya adalah pupuk, bir, telekom, fiberglas, dan masih banyak lagi yang lain.
Ari satu-satunya importer yang diizinkan untuk mendatangkan obat-obatan dari Cina dan mengendalikan perdagangan sarang burung domestik. Kekayaannya ditaksir sebesar USD 500 juta atau sekitar Rp 5 triliun.
Daftar 15 keluarga terkaya di Indonesia:
1. Wonowidjojo (Gudang Garam) USD 7,7 miliar
2. Soeharto USD 6,3 miliar
3. Liem (Grup Salim) USD 4,5 miliar
4. Widjaja/Oei (Grup Sinar Mas) USD 3,7 miliar
5. Putera (Grup Sampoerna) USD 2,3 miliar
6. Prajogo (Barito Pacific) USD 2 miliar
7. Sutanto (pemegang saham Grup Salim) USD 1,8 miliar
8. Nursalim (Grup Gajah Tunggal) USD 1,3 miliar
9. Hasan (Apkindo) USD 1,2 miliar
10. Tanoto (Grup Raja Garuda Mas) USD 1 miliar
11. Hartono (Djarum) USD 1 miliar
12. Riady (Grup Lippo) USD 1 miliar
13. Soeryadjaya (pendiri Grup Astra) USD 1 miliar
14. Djojohadikusumo (Semen Cibinong) USD 1 miliar
15. Gunawan (Grup Panin) USD 1 miliar